Lebaran di Kediri
Biasa aja…
Hahaha, cukup berkesan ding. Biarpun seringnya di rumah, tapi itu cukup buatku. Nemeni Bokap (yg kena jantung) dan Ibu. Tapi lama2 bosen juga, makan tidur terus…fuuh… untung sempet ikut arisan keluarga di Jogja. Jadilah aku saksi salah satu fenomena yang hanya terjadi di Indonesia, MUDIK! Wow, macet dimana-mana. Pas itu H+3. Lumayan biarpun cuma 2 hari di Jogja, ketemu sodara dll.
Kediri adalah kota yg unik. Banyak makanan enak disana dan di amini oleh temanku yg bukan asli Kediri. Tpi yg bikin aku makin ga betah, banyak pedagang disana terutama makanan kalo di malam hari. Masih mending kalo beragam kaya di Jogja, lha ini… Masak di 3 jalan protokol Kediri (masuk kategori kota sedang) aku iseng itung ada 27 penjual nasi goreng??? Hmmm… tapi ada kemajuan pada fashion para ceweknya. Cowok? hehehe… masih perlu ditingkatkan.
Akhirnya aku harus balik ke Jogja dan… Mo beli tiket kreta harus antri hampir 50 meter!!hahaha… kelas ekonomi padahal. Tiketpun ditangan dan sorenya aku brankat. 30 % perjalanan, lancar dan ga penuh. Habis itu, kejebak de di stasiun kecil slama 1 jam belum kreta makin penuh ampe pada duduk di bawah. Selain telat sejam tadi, relatif lancar, Alhamdulillah…
Hmm… sekali lagi Lebaran yg berkesan, moga ama yg di Atas aku dijinkan ketemu lagi lebaran, Amin…
Tontonlah Sinetron!
Kemarin aku nyoba Bakso Bakar yg terkenalnya tuh dari Malang. Pas nunggu pesanan, tv di warung lagi nayangin Candy di RCTI yang membuat ketawa campur gregetan. Kok bisa ada tayangan kaya gini? Okelah, banyak yg mencela kualitas sinetron kita tapi tetep aja yg nonton buanyak. Banyak kelemahan dari segi produksi. Lighting yg berlebihan malah ampe bikin silau, kostum pemain yang selalu ngejreng nyolok mata, acting yg berlebihan (nangis yg ga perlu termasuk), formula alur cerita masih make jaman-jamannya Tersanjung, tata musik juga berlebihan jadi kaya tempelan aja, ampe sinetron yg maen anak2 belum pantes dapet SIM tapi buat orang dewasa. Eksploitasi anak nih! Tahu sendirilah, masih kecil udah jadi ’sok’ antagonis atau dia jadi ’sok’ kejam pada tokoh hero kita yg slalu terlihat lemah dan pasrah. Yang ujung-ujungnya ada adegan selesai sholat, doa deh…
Rrrrgghhh… capek sendiri ah, ngomentarin. Herannya, RCTI kok masih betah nayangin sinetron yg menurutku make formula cerita dan produksi udah ketinggalan jaman ato bisa dibilang ga mutu dan ga mendidik. Masih mending Indosiar. Okelah yg punya PH misal orang India, tapi mereka tahu kalo bikin sinetron harus punya karakter produksinya. Karena pengen kaya film India, jadilah sinetron cit rasa India. Aku lebih salut lagi ama SCTV terutama FTV-FTV remajanya. Okelah ceritanya ringan tapi tetap enak diikuti. Biarpun ada kadang-kadang cacat di produksinya (Boomer-nya keliatan), at least mereka berusaha yang terbaik untuk membuat yang terbaik. Mereka berusaha tampil apa adanya tapi dengan semangat tidak apa adanya. Yang cukup disayangkan hilangnya i-Sinema. Padahal itu salah satu favoritku. Sayang sekali….
Bakso bakarpun datang dan… hmm, ga kaya di Kediri (kampung halamanku) yang 3 biji tapi lebih besar satu setengahnya dari bakso biasa dan ueenaak tenan. Di sini, kecil-kecil 4 biji 5 rb pula! Rasanya, agak gosong jadi malah gimana gitu rasanya. Nyobain kuahnya sie lumayan. Kayaknya mending beli bakso biasanya deh.
(Tempat:dr arah selatan, perempatan ringroad gejayan belok kanan dikit, kiri jalan sebelum ada toko kecil yg jual boneka-boneka dll.)
Uncategorized | Comments (2)Nasionalisme
Tepat tgl 16 sebelm 17 di Kompas ada iklan menarik. Space-nya mungil dan cm berisi coment2 anak bangsa tentang makna nasionalisme. Ada sekitar 62 comment. Aku baca satu2 dan efeknya sungguh luar biasa. Aku jadi makin cinta mati ama negara ini termasuk produk2nya. Entah kenapa aku jadi memandang sinis teman2 yang menghambakan budaya luar negeri. Misalnya ketika aku browsing Friendster aku menemukan foto2 yang Punya FS bergaya sok J-Pop. Aku heran, kenapa mereka tidak bangga ama produk lokal malah menghambakan produk luar hingga mencontek abis dandanan mereka.
Suatu ketika ada grup dance dari Prancis bernama Pokemon Crew kalo ga salah, mreka datang ke Jakarta. Selesai tampil dan melawan grup dance lokal mereka dimintain komentar tentang dance kita dan jawab mereka…
“Mereka sangat bagus dan berbakat. Gak nyangka skill mereka
tinggi. Cuma sayangnya… melihat mereka menari, saya spt melihat org
amerika menari. Hrsnya dg skill mereka, mereka bisa mengembangkan gayanya
sendiri. Ciri khas sbg penari hip hop Indonesia . Sama spt yg dilakukan
oleh pokemon crew, kami ingin beda, makanya kami selalu mengembangkan gaya kami sendiri,
sampai2 org menyebutnya pokemon crew style, kami bangga mendpt julukan tsb. Mungkin
itu sebabnya kami menang di kejuaraan dunia. Kami tdk ingin Cuma menari hip hop
belaka, kami kembangkan, dan setiap tarian kami beri tema. Spt yg sdh anda
saksikan tadi…….dst”
Kita boleh punya idola tapi tetap ada batasannya, jangan berlebihan hingga nampak aneh. Kalau bisa kita yang menciptakan budaya dan sukur2 asli Indonesia jangan cuma mencontek dan ikut-ikutan. Basi tauk! ikut-ikutan doang…
Ayo, tumbuhkan nasionalisme kalian!!! Hidup Indonesia!!!
When love and hate collide 1
Aku suka iklan dan copywriting, karena itu muncullah passion…
Ketika itu sudah masuk ke industri periklanan, pasti akan terjadi gesekan dimana passion bertemu dengan urusan duit. Kita merasa punya passion yang besar tapi bila merasa tidak dibalas oleh perusahaan, maka dengan sendirinya akan terkikis juga. Disini kedewasan kita diuji.
Saksi Bisu
Friends di FS ku yg kukenal mungkin nggak sampai setengahnya. Tapi aku seperti sudah menjadi bagian hidup mereka. Melihat setiap perubahan mereka di FS update membuatku menjadi saksi bisu yang mengiringi kehidupan mereka. Foto yang berganti terus, status yg berubah, membaca keluh kesah ato curhatan mereka dan paling unik… ketika tiba-tiba foto narsis mereka berubah menjadi foto mereka dengan cowok barunya. Hmm… sebegitu kuatnya magnet FS yg membius user untuk menjadikannya bukan harian mereka?
Lady’s and gentlmen’s, Friendster… one of the greatest discovery in the world
Uncategorized | Comment (0)Merangkai Judul Lagu di Album Republik Cinta-nya DEWA 19

Kamu harus tetap "Live On" jangan terus "Larut" dan menyanyikan "Emotional Song" meski si
"Lelaki Pencemburu" itu ingin menjadi "Selimut hati"-mu. Kamu adalah
"Flower in the Desert" dan aku "Laskar Cinta" yang menyanyikan "Lover’s
rhapsody". "I Want to Break Free" untuk menyampaikan "Perasaanku Tentang Perasaanku Kepadamu" yang "Sedang Ingin Bercinta" denganmu.
Langkanya Jomblowati
Heran aku, semua teman-teman wanitaku sudah punya cowok semua! Tinggal aku deh yang nggak kebagian… yah, nasib… mungkin belum waktunya dikasih ama yang di Atas. Atau emang semua cewek udah laku semua ya? gile… laris manis euy…
Sudahlah, moga aku cepet dapet cewek lagi,huehehehehe…Amiiiinnnnn!!! (busyet mantab amat…Aminnya)
It’s Friday
Aku bangun kesiangan seperti biasa meski hanya akhir2 ini. Udara di kamar panas dibakar matahari dari timur. Tatapanku kosong melihat dinding yang hanya diam. Aku mengingat apa yang aku impikan dan apa yang telah terjadi sebelum tidur siapa tahu aku terkena amnesia. Tapi satu yang slalu aku pikirkan saat bangun tidur, yaitu dia. Aku beranjak dr kasur kumuhku menuju kamar mandi. Sejenak ku bimbang saat ku lihat sandal jepitku yang semalam raib tp kini udah kembali. Ternyata dipinjam temanku, apa nanti aku sembunyiin aja ya? sudahlah!
Kunyalakan komputer dan tatapanku masih kosong seakan separuh hidupku telah hilang. Hilang dibawa pergi oleh dia, hmm… begitu banyak kenangan yang miris aku mengingatnya. Kenangan yang slalu membuatku tersenyum tapi kemudian berubah menjadi tangis hati. "Knapa kamu pergi dan tak kembali?" itu yang slalu menjadi kalimat penutup saat mengingat kenangan-kenangan bersamanya.
Aku mandi dengan tubuh gontai dengan sisa-sisa penyakit yang memelukku dari 3 hari yang lalu. Ku masuki kamar dan melihat tumpukan baju seminggu. Damm!!! gara sakit ga bisa nyuci!!! Akhirnya aku percayakan pada laundry setelah sekian lama mencuci sendiri.
Meter demi meter aku lalui dengan motorku. Mataharinya hangat meski hati dan otakku dingin. Ya… semngat telah beku, kini hanya tinggal zombie dengan perintah untuk bangun kerja makan kerja pulang mandi tidur dan terus… dan terus… dan terus… Sebenarnya apa yang kucari? Aku mencari dia… hanya dia yang bisa membuatku bernyawa lagi. Ya… aku benar-benar kehilangan dia…
Tubuhku masih gontai ketika memasuki kantorku. "Yup, it’s Friday… friday yang kesekian kalinya, friday yang menandakan berkurangnya umur bumi, friday yang dingin… bagiku… Friday yang selalu kuharap aku bisa menjemputmu, melihat senyummu, mendengar tawamu, merasakan tanganmu, mengecup keningmu dan mengantarkan kemanapun kau mau… tidak ada yang lain, hanya cinta… hanya kita berdua.
Wah…wah…
Aku ngerasa ada yang hilang… sepertinya tulang rusukku ada yang hilang.
Uncategorized | Comment (0)“Lagi sedih” (salah satu judul album Slank)
Gile, aku uda 24 th!!!hahahaha…
Tapi… ironis,dia ga ngucapin selamat buat ku. Malah teman-temanku pada ngantri buat ngucapin,ciee…sok laris nie,hehehe..
Yupz… saat itu (tgl 2) aku cuma bisa nyanyi "Mengenangmu" by Kerispatih padahal sebisa mungkin ga pengen. Dia emang "tak terlihat lagi" dan aku memutuskan untuk nyerah dan mengundurkan diri. "Kok lari dari tanggung jawab,kan dia cewekmu,bantu dia dong?", nah kalo dianya yg ga mau dibantu gmn?
Udah brapa kali aku berusaha tp dia tetap ‘keukeuh’ dan merasa bisa ngadepin semua masalahnya padahal tidak bisa.
Maaf, aku harus meninggalkanmu disaat engkau ‘tersesat’ karena kamu tidk pernah membiarkan aku untuk ‘mengarahkanmu’,membantumu. Kamu membiarkan ego dan keiinginan menguasaimu.
Trima kasih atas semuanya…
Uncategorized | Comment (0)